Alasan Jack Ma Pulang ke China, Ternyata Ada Xi Jinping

Jack Ma, pendiri Alibaba Group, mengunjungi penanam bunga Belanda Anthura di kota Bleiswijk. (REUTERS/Charles Platiau)

Pendiri Alibaba, Jack Ma, diketahui telah kembali ke China dan mengakhiri masa tinggalnya di luar negeri selama lebih dari satu tahun.

Kembalinya Jack Ma menjadi perbincangan hangat di media sosial China pada Senin (27/3) pagi, sebelum dikonfirmasi oleh sekolah yang dia kunjungi dan surat kabar, South China Morning Post, yang dimiliki oleh Alibaba.

Selama kunjungannya, Ma, seorang mantan guru bahasa Inggris, membahas topik-topik seperti chatbot ChatGPT yang didukung kecerdasan buatan. Ma mengatakan bahwa dirinya berharap untuk kembali mengajar suatu hari nanti, kata Sekolah Yungu di akun resmi WeChat.

Sekolah tersebut didirikan oleh Ma dan pendiri Alibaba lainnya di kota asal raksasa e-commerce timur Hangzhou pada tahun 2017.

Ma dikabarkan telah kembali ke China minggu lalu, kata dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, dikutip dari Reuters, Selasa (28/3/2023).

Belum diketahui berapa lama dia berencana untuk tinggal di China kali ini.

Perdana Menteri China yang baru, Li Qiang, orang dekat Presiden Xi Jinping, telah mengakui kembalinya Ma dapat membantu meningkatkan kepercayaan bisnis di kalangan pengusaha. Menurut sumber yang mengetahui, pemerintah China mulai meminta Ma kembali sejak akhir tahun lalu.

Beberapa dari upaya ini melibatkan meminta orang-orang yang dekat dengan Ma, seperti rekan bisnisnya, untuk membujuk pendiri Alibaba secara langsung saat dia tinggal di Jepang.

Masa tinggal Ma di luar negeri menjadi simbol pembalikan keberuntungan bagi sektor swasta China setelah kerajaannya dan industri teknologi menjadi target tindakan keras Beijing.

Pidato yang diberikan Ma pada tahun 2020 menuai mengkritik sistem peraturan China diduga menjadi pemicu pengawasan pemerintah yang lebih ketat dan memicu pengunduran dirinya dari aktivitas publik.

Pada akhir 2021 Ma meninggalkan China daratan dan telah terlihat dalam foto di Jepang, Spanyol, Australia, dan Thailand.

“Kembalinya Ma bisa meningkatkan sentimen platform yang lebih luas dan industri internet,” kata Zhang Zihua, kepala investasi di Beijing Yunyi Asset Management.

Karena itu berarti kepemimpinan yang baru memang telah mengkaji ulang posisi dan pentingnya perusahaan platform dalam pembangunan ekonomi China.

Zhang menambahkan, kebijakan pembatasan sebelumnya pada platform dan sektor internet juga diharapkan akan disesuaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*