Gak Cuma Indosurya, Natalia Rusli Juga Bermasalah di Pracico

Tanda penyitaan aset terpampang di gedung KSP Indosurya yang berlokasi di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (29/92022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Setelah dirinya ditangkap polisi sebagai tersangka dugaan penipuan korban Koperasi Indosurya, Pengacara Natalia Rusli kini kembali berurusan dengan proses hukum. Terbaru, dirinya diadukan terkait dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU dengan tersangka Koperasi Pracico Inti Sejahtera.

Dugaan ini diadukan oleh firma hukum LQ Law Firm ke Bareskrim Polri, pada Senin, (27/3/2023). Natalia dianggap bekerja sama dengan tersangka sekaligus Ketua Koperasi Simpan Pinjam Pracico Tedy Agustiansjah dalam menggelapkan dana anggota koperasinya.

“Mereka bekerja sama menggelapkan harta yang diperoleh dari uang para korban. Jadi aset koperasi tersebut kan ada banyak. Ada tanah di Bali, apartemen di surabaya, apartemen di jalan jenderal sudirman, termasuk kantor pracico di gunung sahari itu diduga berasal dari tindak pidana kejahatan uang nasabah koperasi tersebut,” ungkap Surya, pengacara LQ Law Firm kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Senin, (27/3/2023).

Surya menaksir, total kerugian atau dana yang digelapkan bisa mencapai Rp 100 miliar. Dana tersebut dalam bentuk properti dan kendaraan.

“Kalau secara rupiah kita tidak bisa tahu. Tapi, saya sebutkan saja asetnya ada sebuah kapal pasir timah pengeruk di Batam, lalu Apartemen di Jl. Pemuda Surabaya, lalu apartemen di Jl. Sudirman, lalu kantor Koperasi Pracico Multifinance di Jl. Gunung Sahar, ada mobil BMW,
mobil Alphard. Kalau diasumsikan bisa diatas Rp100 miliar ya” ungkapnya.

Sebelumnya, Pengacara Natalia Rusli sempat menjadi buron polisi setelah kasus penipuan dan penggelapan terkait korban Koperasi Indosurya menimpa dirinya pada tahun 2022 lalu. Kini ia telah ditangkap di Polres Jakarta Barat.

Kasus Natalia bermula saat dirinya menawarkan jasa advokat kepada korban Koperasi bermasalah Indosurya. Ia menjanjikan para korban Indosurya akan mendapat uangnya kembali.

Untuk menjaring korbannya, Natalia mengaku mengenal dekat pengacara terkenal sehingga bisa memperlancar proses produksi pengembalian uang korban.

Natalia lantas meminta honor dengan besaran bervariasi tiap korban mulai dari 1,5%-5%. Namun sayangnya, Indosurya tak kunjung mengembalikan uang tersebut dan Natalie pun kabur saat ditagih janjinya oleh para korban.

Kini, Natalia resmi menjadi tersangka dan telah menyerahkan diri ke Polres Jakarta Barat, Selasa, (21/3/2023).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*