Miliarder Dunia Ini Sudah Diramal Sejak Kecil Bakal Kaya Raya

Virgin Galactic founder Richard Branson waves good bye while heading to board the rocket plane that will fly him to space from Spaceport America near Truth or Consequences, New Mexico, Sunday, July 11, 2021. (AP Photo/Andres Leighton)

Richard Charles Nicholas Branson, miliarder asal Amerika Serikat (AS), rupanya putus sekolah pada usia 15 tahun untuk untuk menjalankan bisnis majalahnya saat itu.Dalam sebuah wawancara posdcat, pendiri Virgin Group mengatakan dia membuat keputusan karena alasan sederhana: Dia tahu dapat menghasilkan uang dari bisnis tersebut.Dengan menelepon perusahaan-perusahaan dan meminta mereka untuk mengeluarkan iklan, Branson berhasil mengumpulkan US$3.000 hingga US$4.000 (Rp47-62 juta) untuk Student Magazine buatannya.

Melihat hal tersebut, kepala sekolah di sekolah Branson sempat terkejut dengan persuasifnya, dan memberikan ramalan serta peringatan akan masa depan pria berusia 72 tahun tersebut.″(Saya tahu) saya dapat membayar pencetakan kertas dan manufaktur, jadi saya berhenti sekolah… kepala sekolah berkata, ‘Anda akan masuk penjara atau Anda akan menjadi miliarder’,” kata Branson, mengutip CNBC International.Ramalan kepala sekolah itu benar. Branson tidak menghabiskan waktu di balik jeruji besi, tetapi malah menjadi miliarder. Saat ini dia diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar US$3,5 miliar (Rp54,8 triliun).Kerajaan kewirausahaannya telah berkembang melewati majalah remajanya hingga mencakup maskapai penerbangan, kasino, hotel, dan lainnya.Branson berkata bahwa dia memulai Student Magazine karena merasa kurikulum tradisional tidak mengajarinya sesuatu yang relevan atau menarik. Daripada mempelajari geometri, dia mengaku ingin belajar tentang Perang Vietnam yang sedang berlangsung.”Ada banyak hal yang saya sukai untuk dipelajari, tetapi bukan hal-hal yang diajarkan guru matematika kepada saya atau guru bahasa Prancis mengajari saya,” kata Branson. “Karena itu, saya akhirnya memulai sebuah majalah, yang menyuarakan rasa frustrasi anak muda.”Dalam postingan blog tahun 2019, Branson juga sempat menulis bahwa disleksia sering dikaitkan dengan kreativitas tingkat tinggi dan kemampuan memecahkan masalah.”Ini juga keterampilan yang akan sangat dibutuhkan di dunia kerja baru,” tambahnya. “Pemecahan masalah, kreativitas, dan imajinasi akan sangat diminati dengan munculnya AI dan otomatisasi.”Bagi Branson, itu adalah keterampilan yang dipelajarinya. “Saya belajar di usia muda pentingnya… mengeluarkan yang terbaik dari orang-orang. Apa yang saya sadari adalah bahwa saya perlu mengelilingi diri saya dengan orang-orang yang lebih baik dalam hal-hal yang tidak saya kuasai, karena disleksia saya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*