Nasib Miris Tumblr, Dulu Valuasi Rp 12 T Kini Sisa ‘Recehan’

Tumblr di blokir

Tumblr, salah satu situs multi-media blogging, kini telah berusia 16 tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, Tumblr mengalami beberapa perubahan, termasuk nilai valuasi perusahaan.

Sejak awal, Tumblr memposisikan dirinya terhadap platform media sosial lain dengan cara berbeda, yakni fokusnya pada anonimitas.

Tumblr berkembang dengan akun anonim, di mana platform tidak menampilkan jumlah pengikut atau teman publik, tidak ada bagian komentar, dan tidak memiliki persyaratan bagi pengguna untuk memberikan nama asli atau informasi.

Pada akhir tahun pertama Tumblr beroperasi, Spark Capital menginvestasikan US$750 ribu dengan valuasi perusahaan menjadi US$3 juta. Dan tak lama kemudian, Spark Capital bersama Union Square Ventures menginvestasikan US$4,5 juta lagi.

Pada tahun 2009, Tumblr memenangkan Penghargaan Crunchie untuk “Startup Baru Terbaik”, dan pada tahun 2010, Tumblr telah mengumpulkan lebih dari satu juta pengguna.

Ini membuat investor menggelontorkan tambahan US$85 juta ke dalam bisnis, dan membut perusahaan bernilai US$850 juta (sekitar Rp 12,9 triliun), demikian dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (28/3/2023).

Tumblr meledak, dan pada akhir 2011, platform tersebut telah menghasilkan lebih dari sepuluh miliar posting blog.

Jelas, pengguna tertarik pada lingkungan platform yang unik, di mana mereka dapat bertukar foto, estetika, seni, musik, dan ide, menumbuhkan rasa gaya dan opini, semuanya tanpa harus mengungkapkan identitas mereka.

Selebriti, seperti Frank Ocean dan Taylor Swift, juga berbondong-bondong ke situs untuk berinteraksi dengan penggemar, dan seluruh fandom yang berpusat di sekitar acara televisi dan artis musik mulai terbentuk, dan estetika khas Tumblr, yang menjadi ciri kepekaan digital pada pertengahan 2010 mulai muncul.

Namun tak lama setelah membuat daftar Disruptor 50 pertama CNBC pada tahun 2013, Yahoo mengakuisisi Tumblr dengan harga Us$1,1 miliar yang mengejutkan, dengan CEO Yahoo Marissa Mayer berjanji, tidak akan mengacaukannya.

Tapi Yahoo sendiri dihadapkan pada kenyataan yang tak terbantahkan – fakta bahwa Tumblr tidak pernah benar-benar berhasil menjadi menguntungkan.

Platform ini digunakan dan disukai oleh basis pengguna yang sangat besar, tetapi itu tidak menghasilkan keuntungan. Yahoo mencoba memonetisasi platform melalui penjualan iklan, yang ditolak oleh kepemimpinan sebelumnya, dan berjuang keras untuk melakukannya.

Fakta bahwa Tumblr tidak memerlukan identitas asli pengguna, dan bahwa konten berorientasi dewasa menembus platform, menjauhkan calon pengiklan.

Selain itu, ketika media sosial mulai beralih ke ekonomi kreator yang menekankan wajah dan suara asli kreator, Tumblr, yang secara historis berkembang dengan anonimitas dan tidak memiliki kehadiran video yang kuat, atau jumlah pengikut, berjuang untuk mengikutinya.

Pergeseran kepemimpinan tidak banyak mengetahui tentang budaya platform, dan kepatuhan platform terhadap anonimitas dan tidak menarik bagi pengiklan, menyebabkan penurunan pada kinerja Tumblr.

Saat Tumblr berjuang untuk mendefinisikan ulang dirinya sendiri, pesaing seperti Twitter, Instagram, dan Facebook mengembangkan fitur front-end baru yang menarik banyak pengguna. Dan Yahoo sendiri sedang berjuang saat itu.

Pada bulan Februari 2016, setelah membukukan kerugian bersih Q4 2015 sebesar Us$4,44 miliar, Yahoo mengumumkan bahwa mereka menurunkan nilai Tumblr sebesar US$230 juta.

Pada 2017, Tumblr dijual lagi, kali ini ke Verizon. Tahun berikutnya, Apple menghapus Tumblr dari App Store dengan alasan adanya pornografi anak di aplikasi tersebut.

Kepemimpinan Tumblr oleh Verizon melarang semua konten eksplisit, tetapi larangan konten eksplisit tidak memuaskan baik pengguna maupun pengiklan.

Pengiklan tidak mau menginvestasikan sejumlah besar uang pada platform yang mengumpulkan konten yang tidak ramah merek, sementara ada juga eksodus massal pengguna dari aplikasi dengan algoritma konten eksplisit yang dikritik.

Dalam beberapa bulan setelah keputusan diumumkan, lalu lintas platform turun lebih dari 30 persen.

Pada tahun 2014, setidaknya 84 juta postingan diterbitkan setiap hari. Pada 2018, jumlah itu turun lebih dari 50%, menjadi 30 juta. Dan pada tahun 2019, pengembang perangkat lunak Automattic mengakuisisi platform tersebut hanya dengan US$3 juta (sekitar 45 miliar), kembali ke penilaian awal pendanaan VC dari tahun pertama perusahaan.

Terlepas dari penurunan valuasi Tumblr, Matt Mullenweg, CEO Automattic, berpendapat bahwa masa depan Tumblr baru saja dimulai.

Dia telah menghabiskan tiga tahun terakhir bertujuan untuk memperbaiki bug, permintaan layanan back-log, dan masalah desain platform yang diwarisi Automatic ketika mengakuisisi platform tersebut.

“Sejujurnya, selama dua tahun terakhir kami telah melakukan banyak hal untuk mengejar ketinggalan dengan Tumblr,” katanya kepada The Verge awal tahun lalu “Dan masalahnya lebih besar dari yang saya bayangkan.”

Pullenweg juga menyarankan bahwa perusahaan sedang dalam proses pengerjaan ulang larangan konten eksplisit Tumblr saat ini yang telah membuat begitu banyak pengguna pergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*