Skandalnya Bikin Was-Was Jokowi, Ini Sumber Harta Adani di RI

NEW DELHI, INDIA - FEBRUARY 25: Chairman and founder of the Adani Group Gautam Adani seen during the News18 Rising India Summit  on February 25, 2019 in New Delhi, India. (Photo by Sanjeev Verma/Hindustan Times via Getty Images)

Belakangan ini nama orang terkaya ketiga di dunia, yakni Gautam Adani marak jadi perbincangan publik. Pasalnya, perusahaan Adani Group asal India milik Gautam Adani ini dikabarkan terseret skandal pasar keuangan dunia.

Dalam laporan Hindenburg Research, Adani Group dikabarkan melakukan manipulasi saham serta melakukan aksi penipuan melalui akuntansi selama beberapa dekade, sehingga kekayaannya menjadi melejit.

Menurut Hindenburg, Adani Group sebelumnya telah menjadi fokus dari 4 investigasi penipuan besar pemerintah yang diduga melakukan pencucian uang, pencurian dana pembayar pajak, dan korupsi, dengan total sekitar US$ 17 miliar atau setara Rp 252 triliun.

Kabar skandal ini pun tak lepas dari pantauan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden Jokowi bahkan meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI untuk lebih intensif mengawasi industri jasa keuangan domestik dan mewanti-wanti agar skandal seperti ini jangan sampai terjadi di negara ini.

“Harus detil dicek satu per satu. Ada peristiwa minggu lalu yang besar, Adani di India. Makronya negara maju, mikronya ada masalah kehilangan US$ 120 miliar, dirupiahkan Rp 1.800 triliun hati-hati mengenai ini pengawasan,” tegas Jokowi beberapa waktu lalu.

Sumber Harta Ada di RI

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, ternyata sumber kekayaan Adani ada yang berasal dari “harta karun” di Indonesia. Salah satu anak perusahaan Adani Group ini memiliki tambang batu bara di Indonesia, tepatnya di Kalimantan Utara.

PT Adani Global merupakan anak usaha Adani Enterprise yang fokus di bidang tambang, logistik dan perdagangan batu bara. Situs resmi perusahaan menyebut bahwa Adani memperoleh izin usaha pertambangan (IUP) produksi pada tahun 2007.

Proyek di Indonesia ini merupakan proyek luar negeri pertama Grup Adani dalam penambangan dan operasi batu bara. Perusahaan menyebut keputusan menambang di Indonesia sejalan dengan tekad jangka panjang Adani untuk mengatasi permasalahan permintaan tinggi batu bara di India yang kekurangan energi.

Penambangan batu bara Adani dilakukan lewat PT Lamindo Inter Multikon di pulau kecil yang terletak di Kalimantan Utara yang bernama Pulau Bunyu. Data Modi dan Geoportal Minerba menyebut bahwa Lamindo memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) aktif hingga 2037 atas lahan seluas 2.414 hektar atau mencapai 12% dari total besar pulau Bunyu.

Sementara itu mengutip data Minerba One Data Indonesia (MODI), Lamindo Inter Multikon merupakan pemegang IUP yang memiliki luas lahan 2.414 Ha. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Niaga Antar Bangsa dengan presentase saham 75% dan PT Niaga Lintas Samudra dengan presentase 25%.

“Yang saya tahu memang Gautam Adani ini pengusaha batu bara tak hanya di India, bahkan ada di Australia dan Indonesia di Kaltim,” terang sumber dalam lingkup sektor mineral dan batu bara (minerba) kepada CNBC Indonesia, Kamis (9/1/2023).

Seperti diketahui, tahun 2022 menjadi tahun keberuntungan bagi Gautam Adani. Pasalnya di tahun itu, ia resmi menyandang gelar centi-billionaire atau orang dengan kekayaan lebih dari US$ 100 miliar.

Dengan menyandang predikat tersebut, ia resmi menjadi orang terkaya di Asia dan peringkat ketiga di dunia setelah Bernard Arnault dan Elon Musk.

Posisi tersebut diraih karena terjadi peningkatan tajam kekayaannya dalam dua tahun terakhir. Dikutip dari Forbes Real Time Billionaire, pemilik Adani Group tersebut diperkirakan memiliki kekayaan bersih US$ 116,7 miliar atau setara dengan Rp 1.809 triliun (asumsi kurs Rp 15.500/US$).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*