Tok! 200 Ribu Ton Beras Impor Segera Masuk RI

Pekerja memindahkan beras yang akan di kirim ke Pangkal Pinang dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (3/10/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan harga beras menjadi salah satu pemicu inflasi di bulan September 2022 hingga cetak level tertinggi sejak Desember 2014.  (Cnbc Indonesia/Tri Susilo)

Akhirnya, pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras tahun ini. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.

“Pemerintah¬†mempersiapkan 200 ribu ton beras komersial. Yang dapat didatangkan kapan pun ke Indonesia. Sebagai upaya mengamankan stok Cadangan Beras, pemerintah akan siapkan 200 ribu ton beras komersial di luar negeri yang sewaktu-waktu dapat dibawa ke Indonesia,” kata Arief, Selasa (6/12/2022).

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, sudah mengeluarkan izin impor beras sebanyak 500 ribu ton kepada Perum Bulog. Impor ini untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) yang menipis jelang akhir 2022.

“Cadangan pangan ini harus ada dan tidak dikeluarkan secara bebas, hanya digunakan untuk beberapa kegiatan Pemerintah,” tambahnya.

“Perintah Pak Presiden agar hitung betul-betul, cek di lapangan dan tidak boleh main main dengan pangan untuk masyarakat banyak.¬†Kalau memang harus dicadangkan di luar dan sewaktu-waktu dapat masuk jika diperlukan,” ungkap Arief.

Menurut Arief, stok beras impor tersebut hanya akan digunakan di kondisi tertentu. Seperti, penanggulangan bencana, intervensi harga jika diperlukan, dan beberapa kegiatan pemerintah lainnya.

“Penggunaannya akan diawasi secara ketat, untuk memastikan tidak masuk ke pasar,” kata Arief.

“Kapan pun siap dibawa masuk. Beras komersial ini merupakan persediaan akhir tahun ini sampai menunggu panen raya pada Februari-Maret 2023,” ujarnya.

Di mana, Bulog kemudian akan ditugaskan melakukan pengadaan di saat musim panen nanti sebesar 1,2 juta ton. Untuk menjaga floor price di tingkat petani.

“Dan, berikutnya dikeluarkan pada saat produksi beras berkurang di akhir tahun,” jelas dia.

Arief mengatakan, stok cadangan pangan pemerintah saat ini, khususnya beras memang harus ditambah (top up. Sebagai instrumen stabilisasi gejolak harga dan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

“Kita pastikan betul beras komersial ini tidak akan mengganggu beras dalam negeri produksi petani. Pemerintah berpihak penuh kepada para petani lokal, sehingga keberadaan cadangan ini akan dijaga agar tidak merusak harga beras petani,” kata Arief.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*